“Jadi hari ini tema kita curcol abis ya, bukannya kebersamaan?” -CUNI

Kemaren abis kuliah TTA dan rapat Pertemuan Tahunan, si Cuni ngajak anak-anak karaokean di Nav Margo. Tapi seperti biasa, banyak yang nolak karena udah punya kepentingan lain. Akhirnya yang berangkat cuman lima termasuk si empunya hajat: Cuni, Ai, Linna, gw, dan Dape.

Awalnya si Lina ngga ikut. Tapi dengan sedikit (banyak, ding) provokasi dari Ai dan Cuni yang biang parfum karaoke, akhirnya doski nyerah juga.

Ngga perlu waktu lama buat kita untuk check in. Kita semua sepokat sepakat karaokean seama 2 jam doang (secara manusianya cuman 5 gelintir), terus tinggal bayar-bayar bayar, dan… ACTION!!

(more…)

PENS-ITS versus Unibraw

Hari Sabtu kemaren (14/6) dan Minggu ini (15/6), di Balairung UI diselenggarain Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia 2008, ato disingkat KRI-KRCI 2008. Pesertanya tentu aja tim-tim robot dari poltek dan FT seIndonesia.

Gw sama temen gw Dini udah berencana jauh-jauh hari mo nonton ni acara. Berhubung gw pulang balik dan jarak antara rumah-kampus tuh teramat sangat jauh sekali, jadilah gw nginep di kontrakan si Dini sejak Jumat. Jadi sebelum MP mulai, gw masih bisa leha-leha dulu *wkwkwkwk. Baliknya sih sore ini, bubaran hari terakhir lomba.

Namanya nonton lomba, kudu punya gacoan dong? Begitupun gw, Dini, Vika, sama Andini (yang disebut terakhir ni temen sekontrakannya Dini).

Normalnya, sebagai bagian civitas akademika, kita harus (dan kudu!) dukung kampus tercinta (really?). Celakanya, karena tiga diantara kita anak Jawa Timur, maka jagoan kita nambah lagi: kampus ini, kampus itu, dan kampus anu. Sampe-sampe kata anak-anak MP: “Wah, makar lo Put!” Yeee, boam (ngutip Rio-Nadzir), yang penting gw tetep dukung kampus sendiri! *mengacungkan kepalan tangan ke udara

(more…)

Akhirnya setelah kurang lebih dua minggu bergulat dengan yang namanya UAS, gw liburan juga. Tapi seperti taon kemaren, dengan sangat terpaksa liburan ini gw lagi-lagi ngga mudik karena ikut SP *hiks. Agak sedih juga, mengingat dua temen Prancis yang juga sama-sama anak daerah pada balik semua. Jeng Cit alias Cita sekarang lagi hepi-hepi two thousand di Solo, sementara Mbak Mar alias Kiki leha-leha di Kebumen. Sementara gw terpenjara di tanah rantau sini dan masih harus kuliah pula! *ngais-ngais tanah, meratap-ratap.

the non batavia natives

KI-KA: Cita, gw, Kiki. Yang di pinggir-pinggir pada mudik, yang tengah nggak *hiks

Tapi untuk pertama kalinya, entah kenapa gw rela-rela aja nggak pengen cepetan mudik saat liburan. Yah, karena di sini ada banyak hal yang sukses ‘menahan’ gw di tanah rantau sini.

(more…)

Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.

2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.

3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.

4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.

5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.

6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.

7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.

8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.

Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk ”MEMERDEKAKAN WANITA “.

Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?

(more…)

Next Page »