Gempaaaaa!!!!

•4 September, 2009 • 1 Comment

Tanggal 2 September kemarin pukul 14.55, Tasikmalaya diguncang gempa berkekuatan 7,2 skala Richter. Episentrum gempa ada di sebelah barat kota tersebut. Ternyata, tak hanya Tasikmalaya saja yang terguncang. Getaran gempa juga terasa sampai ke kota-kota lain di Jawa Barat, Jakarta dan bahkan sampai Jogjakarta.

Di Depok, tempat tinggalku sekarang, gempa juga terasa sekali. Lucunya, saat gempa terjadi, aku malah nggak nyadar!

Lho?

Ceritanya gini nih. Pagi tanggal 2 September, aku nggak sahur gara-gara bangun telat. Masa’ aku bangun pas udah mendekati imsak? Akhirnya aku cuman ngisi perut dengan 2 sachet energen. Bodo amat ngga makan, yang penting perut ada isinya, pikirku waktu itu. Sebuah pikiran yang jelas-jelas salah, karena pagi itu materi kuliahnya bener-bener membutuhkan tenaga buat mikir. Alhasil, udah ngga terlalu konek sama keterangan dosen, kepalaku kliyengan juga. Untung kuliahnya ngga terlalu lama. Bada Dzuhur juga udah kelar.

Setelah sempet manfaatin fasilitas WiFi yang BB abis *putus nyambung maksudnya* di kampus, akhirnya aku pulang ke kost, nyampe sana sekitar jam setengah tiga sore. Terus aku sempet tidur-tiduran dan nyuci-nyuci dulu sebentar.

Lagi enak-enak nyuci, tiba-tiba aku ngerasa dunia sekitarku guncang. Awalnya aku pikir, “Oh, mungkin karena nggak sahur, jadinya kliyengan. istirahat dulu ah.” Aku pun mutusin buat keluar dari kamar mandi dan istirahat. Begitu nyampe kamar dan pegangan tembok, aku ngerasa itu tembok bener-bener bergetar. Tapi aku belum nyadar apa yang terjadi. Aku masih mikir, ini efek kliyengan.

Pikiranku masih belum berubah waktu ngeliat name tag dan barang-barang yang bergantung di kamar juga terlihat bergoyang dengan hebohnya. Aku cuman mikir, gila, nggak sahur aja efeknya parah banget gini ya, barang-barang sampe terlihat bergoyang….

Aku baru nyadar itu gempa waktu denger teriakan temen-temen kos: GEMPA! GEMPA! Kontan aku panik dan keluar kos barengan sama penghuni lainnya.

Kayaknya aku emang beneran telat nyadar kalau ada gempa, karena menurut keterangan penghuni lain, aku yang berada paling lama di dalam kamar kos! Bahkan saat penghuni lain dah pada berhamburan keluar, aku masih anteng aja di kamar! Paraaaah…

Beberapa waktu kemudian aku baru tahu kalau baru ada gempa di Tasik, dan terasa sampe Jakarta. Hal ini juga terlihat dari status Facebook dan tweet Twitternya temen-temenku yang duluan nyadar. Begitu aku nyalain TV di kospun, isi beritanya tentang breaking news gempa semua.

Fiuuuh, cukuplah sekali itu saja aku merasakan gempa!

August reunions

•28 August, 2009 • 1 Comment

Okay, starting from today, there will be NO music.

Kali ini aku mau cerita tentang dua reuni yang terselenggara bulan Agustus kemarin. Yang pertama adalah reuni SMA, dan yang satunya lagi adalah reuni SD. Walau memiliki format acara dan peserta yang sama sekali berbeda (ya iyalah!), tapi dua reuni ini memiliki satu kesamaan: sama-sama dadakan, terselenggara berkat Facebook, dan aku secara nggak langsung jadi ketua pelaksana alias EO tunggal.

Lho? Facebook? EO tunggal?

Oke, oke. Aku akan mulai cerita, dimulai dari reuni SMA dulu.

Continue reading ‘August reunions’

And so… bubbye, Cinderella!!

•26 July, 2009 • 1 Comment

Si la poussière emporte tes rêves de lumière
Je serai ta lune, ton repère
Et si le soleil nous brûle, je prierai qui tu voudras
Pour que tombe la neige au Sahara

(Anggun – La Neige Au Sahara)


Beberapa hari yang lalu, aku terlibat pembicaraan dengan seorang kawan mengenai rencana masa depan. Kami mengobrol tentang apa yang ingin aku lakukan setelah lulus kuliah, dan tentang pekerjaan apa yang kira-kira akan dicari oleh temanku yang fresh graduate ini. Lantas kami saling bertukar pikiran tentang hambatan-hambatan apa yang mulai kami temui, dan cara kami menghadapinya pada saat-saat ini. Setelah mengobrol cukup lama, kami lantas sedikit bernostalgia mengenang masa-masa awal kami bertemu setahun silam.

Saat itulah kawanku tiba-tiba bilang, “Putri sekarang kayaknya udah balik kayak dulu lagi, ya?”

Aku tanya ke dia, “Maksudnya?”

Continue reading ‘And so… bubbye, Cinderella!!’

This is my passion, what’s yours?

•29 April, 2009 • 2 Comments

I can still recall our last summer
I still see it all
In the tourist jam, round the Notre Dame
Our last summer
Walking hand in hand

(ABBA – Our Last Summer)

Tiap manusia pasti punya passion *aduh, apa padanan Bahasa Indonesianya ya?* sendiri. Ada yang passion terbesarnya di musik sehingga bisa panik dan marah setengah mati kalau gitar dan pianonya tergores dikit, tapi adem ayem waktu pacarnya jatuh dari motor. Ada yang passion terbesarnya di politik, jadinya kalau ngomongin soal politik, politikus tenar aja mulutnya kalah berbusa. Oke, udah mulai lebai. Revenons à nos moutons. Kembali ke laptop jalan yang benar.

Kalau aku, passion terbesarku ada di language. Langue. Bahasa. Oke, mungkin itu cukup menjelaskan kenapa aku mantap meminang milih jurusan Bahasa & Kebudayaan. Mungkin kalau masuk Psikologi, Komunikasi, atau HI *yang merupakan incaran kebanyakan temanku selama SMA*, think I’d still survive. Tapi lain halnya kalau aku masuk Manajemen atau Akuntansi. Aku liat banyak banget angka dalam satu halaman aja udah langsung migrain *ini serius*, gimana mau bertahan di sana, coba?

Continue reading ‘This is my passion, what’s yours?’

Hati-hati kalo mikir!

•10 March, 2009 • 2 Comments
Words in my mouth
Someone told me to say
They go unspoken
My mind gets in the way
I hold my tongue
Save my, save my soul
True to myself
And stay gold

(Mr. Big – Take Cover)

Semuanya bermula ketika salah satu dosen gue ultah 27 Februari kemarin. Sebagai kado ultah, beliau meniadakan satu sesi kuliah bahasa hari itu dan diganti dengan casual talk. Salah satu topik yang dibahas adalah mengenai Law of Attraction. Intinya, semua yang terjadi di sekililing kita itu sebenernya berasal dari pikiran kita sendiri. Contoh, kalo dari awal bangun tidur aja kita udah berpikir bahwa hari itu bakalan nyebelin, ya jadinya bener nyebelin. Ato kalo misalnya lagi memikirkan sesuatu (or it just popped out), dan tahu-tahu kejadian beneran… that is.

Salah tiga orang terdekat gue pernah bilang, kalo pikiran gue terhitung cepet banget ‘menarik’ segala sesuatu yang ada di sekeliling gue dibandingkan manusia-manusia lainnya. Awalnya sih gue ketawa-ketawa aja karena toh gue nggak merasa seperti itu. Namun beberapa kejadian yang terjadi beberapa hari belakangan ini seolah memaksa gue untuk mengakui kalau mereka memang bener-bener orang terdekat gue yang bahkan sampai tahu hal sekecil itu! (they’re right!)

Just check ‘em out…

Continue reading ‘Hati-hati kalo mikir!’