Makna Aksara Jawa Menurut Ilmu Kanuragan Jawa Dwipa

Aq sendiri ngga tau bener ato enggaknya, karena walopun orang Jawa, aq sendiri juga nggak mendalami ilmu kanuragan –kayak pendekar aja…
Aq ngutip dari novel fiksi sejarah yang aq baca (judulnya Samita, yang ngarang Tasaro). Dan serius, aq ngacungin keempat jempolq buat pengarangnya. Jenius gila! Niat banget bikin novelnya! Risetnya pasti nggak main-main tuh! Dari sini aq baru tahu kalo aksara Jawa itu ngga sekedar salah satu warisan budaya Indonesia yang nyeritain tentang pertarungan dua abdi aja, tapi juga tentang kesejatian hidup manusia sebagai ciptaan Tuhan *ugh, bahasanya!

Ana hurip wening suci
Nur candra Gusti Ingkang Murbheng Dumadi
Cipta wening
Rasaingsun handulusih
Karsaningsun memayuhayuning bawana

Dumadining dzat kang tanpa winangenan
Tatas, tutus, titis, titi, lan wibawa
Sifat ingsun handulu sifat Gusti
Wujud hana tan kena kinira
Lir handaya paseban jati

Papan kang tanpa kiblat
Dhuwur wekasane endek wiwitane
Jumbuhing kawula lan Gusti
Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi
Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki


Madep mantep manembah mring Gusti
Guru sejati sing muruki
Bayu sejati kang andalani
Tukul saka niat
Ngracut busananing manungso

Walopun nggak terlalu paham Bahasa Jawa kuna (dan alus pula!), untungnya aq ngerti dikit-dikit… Km ngga paham Bahasa Jawa at all? Tenang, tenaaang… aq kasih artinya, deh. Artinya kira-kira gini:

Hidup adalah kehendak dari Yang Maha Suci
Pengharapan manusia tersandar pada cahaya Tuhan
Satu arah dan tujuan pada Yang Mahatunggal
Rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani
Hasrat diarahkan untuk kesejahteraan alam


Menerima hidup apa adanya
Mendasar, sepenuh hati, satu pandangan, ketelitian dalam memandang hidup
Membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan
Ilmu manusia hanya terbatas, namun penerapannya tanpa batas
Mengalirkan hidup semata pada tuntunan Tuhan



Kekuasaan Gusti yang ada di segala arah
Mendaki puncak dimulai dari dasar
Berusaha memahami kehendak Gusti
Yakin atas titah Gusti
Memahami kodrat kehidupan

Yakin, mantap dalam menyembah Gusti
Belajar pada guru nurani
Menyelaraskan diri pada gerak alam
Segala sesuatu tumbuh dari niat
Melepaskan keakuan manusia

~ by puteriputri on 19 March, 2008.

8 Responses to “Makna Aksara Jawa Menurut Ilmu Kanuragan Jawa Dwipa”

  1. mbaput.
    gutlak yahh utsnya.
    GBU

    *haha. ga nyambung sama postingannya*

    PUTERIPUTRI REPLIED:
    lo gutlak juga cun…

  2. bagus bgt ungkapan jawannya…tapi gue nggak ngerti artinya!! tapi gue salut ama kamu karna masih ngangkat budaya org jawa (yang tau sendiri lah… kalo skrg udah byk anak muda yang ninggalin!!!)

    PUTERIPUTRI REPLIED:
    harus diangkat, biar nggak lupa sama budaya sendiri… walo aq sendiri juga gag seberapa ngerti artinya, hehehe

  3. itulah negara kita yang penuh budaya

  4. wah… seru tuh
    udah baca ’suluk malang sungsang’ ? karangannya agus sunyoto (7 jilid). mantab tuh. kalo gak salah ada yang pernah nulis resensinya di sini.

    saat ini saya lagi cari-cari buku novel sejarah “candi murca” . :D


    PUTERIPUTRI REPLIED:

    ayah saia punya, tapi gag pnah sempet baca… jiper duluan liatnya… tentang syekh siti jenar, kan?
    candi murca ayah saia juga pernah baca… katanya keren… tentang singosari klo gag salah…

  5. Sip lah.. yang penting sudah ada itikad untuk nguri- uri budaya luhur. Salam ya untuk bapaknya :-)

  6. Aku turut bangga masih ada yang perduli dengan jati diri orang jawa, simbah angestoni marang putu-putu kang arsa ajar ilmu jawa mugi antuk Gung Sihing Gusti Kang Murbo Hing Dumadi.Nuwun

  7. bagus sekali atu, q ampe terpanah melihat ungkapan ntu,,,

  8. hanya ada satu kata yang bisa saya terucap untuk pengarang aksara jawa yaitu It’s amazing bangt……
    ungkapannya bagus bngt krna didalamnya terdapat arti sebuah kehidupan yang sesungguhnya……
    jangan menyerah untuk mengembangkan ungkapan-ungkpan yang bernilai kehidupan….;’.,’;.,;’
    q menghargai karya-karya jenius kamu…

Leave a Reply