August reunions

Okay, starting from today, there will be NO music.

Kali ini aku mau cerita tentang dua reuni yang terselenggara bulan Agustus kemarin. Yang pertama adalah reuni SMA, dan yang satunya lagi adalah reuni SD. Walau memiliki format acara dan peserta yang sama sekali berbeda (ya iyalah!), tapi dua reuni ini memiliki satu kesamaan: sama-sama dadakan, terselenggara berkat Facebook, dan aku secara nggak langsung jadi ketua pelaksana alias EO tunggal.

Lho? Facebook? EO tunggal?

Oke, oke. Aku akan mulai cerita, dimulai dari reuni SMA dulu.

Cerita berawal saat beberapa orang teman sesama warga XII Sosial mengkomentari salah satu foto yang aku upload di Facebookku. Foto yang dikomen itu adalah foto kelas yang sudah aku beri sedikit sentuhan photoshop *teteeupp* Kelas XII Sosial angkatanku dulu hanya terdiri dari 2 kelas, makanya kami nggak pernah merasa seperti anak Sos 1 atau Sos 2 saja. Yang ada hanya Sos. Foto yang aku upload itu adalah foto kelas Sos 1 dan Sos 2 yang aku gabung. Temen-temen yang wajahnya ada dalam foto itu hampir semuanya ada di friendlistku, jadi aku tag satu-satu wajah mereka. Lumayan capek sih, soalnya anak Sos jumlahnya mendekati 30 orang. Tapi nggak apalah, buat temen ini.

Berawal dari komen berbau betapa-jadulnya-aku-dulu, salah satu oknum lantas melontarkan ide reunian yang langsung disambut baik oleh teman-teman lain. Dan dalam waktu seminggu, komen foto sudah tembus 200 dan isi komen-komen tersebut adalah ide-ide buat reuni nanti. Lucunya, karena anak-anak Sos ini saling lempar komentar di foto yang ada di Facebookku, aku lantas didapuk jadi ketapel alias ketua penyelenggara. Apalagi begitu mereka tahu aku meninggalkan tanah rantau selama sebulan, mereka menyerahkan keputusan soal waktu dan tempat ke aku. Setelah mendapat banyak masukan, aku pun menentukan tempat dan tanggalnya, di foodcourt sebuah mal tanggal 15 Agustus.

Ternyata, beberapa hari sebelum acara, temen-temen yang sudah kerja minta supaya tanggalnya dimundurkan supaya mereka bisa datang. Karena yang meminta jumlahnya banyak, akhirnya aku memundurkan acara sehari jadi tanggal 16 Agustus.

Apa yang terjadi? Yang datang cuma belasan! Itu agak mengurangi antusiasme temen-temen yang datang karena justru yang koar-koar bakalan datang waktu di Facebook malah nggak menampakkan batang hidungnya sama sekali. Namun ternyata tetep nggak mengurangi ‘kerusuhan’ reuni. Maklum, namanya juga anak Sos *hehehe*

Untuk yang reuni SD, ceritanya lebih gila lagi.

Tanggal 17 Agustus, aku mutusin buat upload foto kelas semasa SD di Facebook begitu sadar kalau hampir semua temen yang wajahnya ada dalam foto itu ada di friendlistku. Nggak berselang lama begitu aku sudah ngetag temen-temenku di foto itu, komen-komen bermunculan. Sama seperti anak Sos, komen-komen awal isinya seputar betapa-culunnya-aku-dulu, lalu ada oknum yang melontarkan ide reuni dan diamini teman-teman lain. Belum smapai 24 jam diupload, komen sudah tembus 110.

Tanggal 19 Agustus, disepakati kalau reuni jadi diadakan *yeah!* Tempat dan waktu sudah fixed, di rumahku, tanggal 22. Berhubung sudah masuk bulan Ramadan, acara reuni ini digabung dengan buka puasa bersama. Yang bikin aku surprised, banyak temen yang mengkonfirmasi kalau mereka akan datang. Dihitung-hitung, jumlahnya hampir 20.Lucunya, banyak di antara mereka yang nggak tahu rumahku. Akhirnya aku minta mereka koordinasi dengan yang sudah tahu aja.

Tanggal 22 Agustus, yang datang hampir 30 alias hampir sekelas! Gila, yang namanya rumah langsung berantakan bin rusuh. Gimana nggak? Puluhan pemuda-pemudi yang hampir sepuluh tahun nggak ketemu, akhirnya berkumpul dalam satu kesempatan. Segala memori masa lalu kembali muncul. Mulai dari siapa naksir siapa, konflik-konflik khas anak-anak yang dulu sempat bikin heboh, dan lain-lain. Lucu juga kalau melihat temen-temen yang dulunya masih pada imut-imut, sekarang udah pada cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Yang bikin sebel, hampir semua temanku begitu ngeliat aku pasti bilang, “Wah, sekarang udah cantik ya! Tapi kok bisa tinggi? Dulu kan badan kamu kecil banget kayak nggak bisa tinggi!” Iya deh, dulu badanku emang mini banget…  Saking hebohnya kangen-kangenan ini, anak-anak sampai pada nggak tarawih! Waduh.

Di akhir acara, temen-temen langsung berkoordinasi buat bikin reuni part 2. Temen-temen yang nggak bisa dateng diharapkan bisa dateng, terus temen-temen yang nggak ketauan kabarnya diharapkan bisa ‘ditemukan’ dan ikutan. Terharu juga liatnya *lebaai*

Alhamdulillah dua acara ini berlangsung cukup sukses, walau sama-sama dadakan. Semoga pada reuni part2nya bisa lebih suskes lagi, amin…

Aada yang pernah punya pengalaman seperti aku?

~ by puteriputri on 28 August, 2009.

One Response to “August reunions”

  1. suwe gak nulissssss…


    PUTERIPUTRI REPLIED:

    Hehehe, iya…

Leave a Reply